Workshop Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Kecerdasan Artifisial Resmi Ditutup, MAN Kota Sorong Dorong Inovasi Pembelajaran Digital

Workshop Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Kecerdasan Artifisial Resmi Ditutup, MAN Kota Sorong Dorong Inovasi Pembelajaran Digital

 

SORONG, 25 Juli 2025 — MAN Kota Sorong sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Kecerdasan Artifisial yang berlangsung selama tiga hari, sejak 23 hingga 25 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan peserta didik di era digital.

Kegiatan workshop yang mengusung tema “Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Kecerdasan Artifisial” ini diikuti oleh para guru dengan antusias. Mereka dibekali pemahaman mengenai pembelajaran mendalam (deep learning), pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam merancang bahan ajar, hingga penerapan strategi gamifikasi melalui platform seperti Quizizz yang dapat meningkatkan interaksi dan motivasi belajar siswa.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sejumlah materi penting mulai dari kebijakan pendidikan Kementerian Agama, penguatan moderasi beragama, hingga keterampilan praktis dalam merancang bahan ajar berbasis teknologi. Para narasumber yang hadir dalam kegiatan ini merupakan tokoh-tokoh pendidikan berpengalaman, yakni:

  • Rofiul Amri, S.Pd., M.Pd.I, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat;
  • Drs. Mulyono, M.Ag, Pengawas Madrasah Kemenag Kota Sorong;
  • Mustahid, S.Pd., MA., Kepala MAN Kota Sorong;
  • dan Wawan Rahyudi, S.Si, Widyaiswara BGTK Provinsi Papua Barat.

Selain sesi materi, workshop juga dirancang interaktif dengan kegiatan praktik langsung, tugas mandiri, post-test, dan refleksi. Peserta diberi kesempatan mengembangkan bahan ajar inovatif berbasis AI yang dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa dan kebutuhan pembelajaran masing-masing.

Kepala MAN Kota Sorong, Mustahid, S.Pd., MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para guru dan berharap agar kegiatan ini membawa dampak positif di ruang kelas. “Kita tidak lagi berbicara tentang apakah teknologi harus digunakan dalam pembelajaran, tetapi bagaimana teknologi bisa membantu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, efektif, dan menyenangkan bagi siswa,” ujarnya.

Workshop ini mengacu pada sejumlah regulasi penting, antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para guru MAN Kota Sorong semakin siap menjadi agen transformasi digital dalam dunia pendidikan, menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kreatif, dan inspiratif di madrasah.

HJ.

Leave a Reply